Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Fraksi Golkar Persatuan Akui Pencapaian PAD masih Rendah

Radarbekasi.id – Rendahnya penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Bekasi, masih menjadi pembahasan hangat dikalangan DPRD Kota Bekasi. Bahkan, belum lama ini Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sudah menyampaikan, mana saja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak berhasil mencapai target PAD.

Dalam hal ini, Ketua Fraksi Partai Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi, Dariyanto mengakui, bahwa pembahasan tersebut sudah disampaikan langsung Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi oleh setiap OPD.

”Dalam waktu dekat ini akan ada rapat dengan Badan Anggaran (Banggar). Kami belum mendalami sepenuhnya apa yang sebenarnya menjadi kendala OPD sehingga tidak bisa mencapai target PAD yang sudah ditentukan,” ujar Dariyanto kepada Radar Bekasi, Kamis (10/10).

Menurutnya, pengumuman realisasi capaian PAD oleh Wali Kota Bekasi beberapa waktu lalu, adalah bentuk sentilan kepala daerah kepada anak buahnya yang belum bisa memaksimalkan capaian target PAD.

”Itu merupakan sentilan, bahkan warning bagi para kepala OPD,” terangnya.

Kata Dariyanto, Fraksi Partai Golkar Persatuan juga mengingatkan kepada sejumlah OPD yang masih rendah capaian PAD-nya, agar lebih meningkatkan kinerja nya untuk penyerapan dan realisasi PAD tersebut. Meskipun, sejauh ini pihaknya belum memiliki kajian mendalam terkait apa yang menjadi kendala di lapangan.

”Komisi III DPRD nantinya akan memanggil dinas terkait sebagai bahan kajian dan pendalaman. Sebenarnya, untuk pencapaian PAD kan masih ada waktu tiga bulan ke depan, sampai akhir tahun 2019. sisa waktu ini harus digunakan dengan baik oleh masng-masing OPD agar target PAD bisa tercapai sesuai yang ditetapkan, juga bisa lebih giat lagi kerja cepat, kerja smart serta kerja pintar untuk terus menggali potensi yang ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengumumkan realisasi capaian PAD tahun 2019 di masing-masing OPD per 30 September 2019 baru mencapai 50 an persen.

Dari data yang diperoleh, hanya tiga OPD yang telah mencapai PAD di atas 70 persen, salah satunya adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan pendapatan 140 persen. Sementara Dinas Tata Ruang (Distaru) hanya mampu memperoleh PAD sebesar 22 persen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Indrawati, tidak menampik PAD Kota Bekasi per-Agustus 2019 belum mencapai 50 persen dari target Rp2,9 triliun. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat sadar untuk membayarkan Pajak Bumi dan Bangun (PBB) yang tertunggak.

”Saya berharap masyarakat itu mendukung Pemkot Bekasi dengan membayarkan pajaknya. Kami sadar, bahwa di Kota Bekasi ini kita tidak punya sumber daya alam, yang dimiliki itu hanya sumber daya manusia. Kami akan berusaha memberi kenyamanan kepada masyarakat, tapi mereka juga harus sadar akan tanggungjawabnya sebagai warga Kota Bekasi untuk membayar pajak, karena pajak itu kan dikembalikan lagi untuk pembangunan yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ucap Reny.

Selain PBB, lanjutnya, Pemkota Bekasi juga menargetkan pendapatan pada sektor reklame sebesar Rp91 miliar di tahun 2019 ini. Dari data yang dihimpun, capaian target PAD pada sektor reklame per-Agustus 2019 baru 32 persen. Sementara tercatat ada sebanyak 6.542 reklame yang sudah mengantongi izin. (dan)

The post Fraksi Golkar Persatuan Akui Pencapaian PAD masih Rendah appeared first on RADAR BEKASI.