Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Guru di Era Digital

Radarbekasi.id – Dulu, ketika seorang anak atau siswa ditanya tentang cita-cita, maka akan muncul jawaban seperti, ingin menjadi dokter, pilot, tentara, guru dan lain-lain. Namun anak generasi sekarang rata-rata akan menjawab ingin menjadi youtubers atau selebgram. Anak masa kini mampu memikirkan cara mendapatkan uang banyak secara instan. Jika mampu menarik perhatian banyak orang dengan menjadi youtubers atau selebgram maka penghasilannya bisa lebih banyak daripada gaji seorang dokter, guru, atau profesi lain. Pola pikir serba instan inilah yang harus benar-benar dipahami saat ini, era digital.

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kita telah memasuki era digital. Segala macam aktivitas dapat diselesaikan hanya dalam genggaman tangan menggunakan smartphone. Teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, mulai dari bisnis online sampai pada menjual jasa lewat internet. Pemesanan makanan, pergi berlibur, sampai mencari hiburan dapat dilakukan secara instan.

Era digital membawa banyak perubahan dalam masyarakat pada berbagai jenjang usia, khususnya terkait penggunaan internet dan teknologi informasi. Bahkan, anak-anak dan remaja pun kini telah akrab dengan gadget dan internet. Hal tersebut merupakan tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya guru, untuk mampu mengikuti arus perkembangan era digital. Guru dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga bukan hanya berdiri sebagai penonton, tetapi ikut berperan di dalamnya.
Menjadi guru di era digital bukanlah perkara mudah. Bagaimanapun juga, guru harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Dari sini, diharapkan tercipta kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas tetapi tetap memiliki muatan nilai-nilai karakter yang baik.

Dunia pendidikan sebagai pencetak sumber daya manusia mendapat pengaruh besar akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, baik secara positif maupun negatif. Secara positif, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan, mulai dari sistem pendataan, administrasi, hingga proses pembelajaran dan penilaian.

Selain manfaat positif, perkembangan teknologi informasi juga melahirkan banyak dampak negatif. Mudahnya masyarakat dari berbagai kelompok umur menjangkau internet membuat mereka dapat mengakses situs-situs apapun. Selain itu, masalah kejahatan seperti penipuan online menjadi kasus yang marak terjadi. Hal inilah yang harus mendapat perhatian ekstra dalam mengontrol anak-anak dan remaja di era digital.

Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi yang banyak dimanfaatkan di dunia pendidikan ternyata belum sepenuhnya dapat diterima, apalagi digunakan oleh para guru. Masih banyak guru yang belum mampu mengikuti kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat, mulai dari gagap mengoperasikan komputer atau laptop dan bahkan tidak akrab dengan smartphone dan internet. Hal ini kebanyakan terjadi pada guru yang usianya terbilang telah lanjut. Adapun guru-guru yang masih muda biasanya lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Namun demikian, pada kenyataannya banyak juga guru yang terbilang masih muda tetapi tidak mau belajar, bahkan merasa tak mampu mengikuti dan memanfaatkan kemajuan teknologi dibidang pendidikan.

Guru yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi tentu akan tertinggal jauh. Padahal jika dicermati peserta didik sudah jauh meninggalkan gurunya dengan aktif berselancar di dunia maya. Ini berarti, peserta didik lebih memiliki wawasan dan keterampilan khususnya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dibandingkan gurunya. Ketertinggalan inilah yang kemudian dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada guru. Kemajuan teknologi informasi seharusnya mampu menunjang kreatifitas guru dalam mengaplikasikan dan mengembangkan ilmunya, baik terkait proses pembelajaran maupun aktualisasi diri yakni menciptakan sebuah karya. Kecanggihan teknologi informasi jelas tidak dapat mengubah tugas dan fungsi pokok guru. Disinilah tantangan yang sebenarnya dihadapi. Guru harus mampu memanfaatkan arus informasi yang demikian pesat menjadi sebuah kreativitas, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang menginspirasi peserta didik.

Akrabnya peserta didik dengan internet, laptop, komputer dan smartphone harus dipandang sebagai sesuatu yang positif. Hal tersebut dapat menjadi modal besar bagi terciptanya pembelajaran yang lebih variatif, kreatif, serta menggugah minat peserta didik sehingga menjadi lebih efektif. Namun, semua itu bergantung cara guru mengolah modal tersebut. Guru yang hebat akan terus berinovasi dalam menciptakan berbagai skenario pembelajaran yang bervariasi sehingga peserta didik tidak akan mengalami kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagai contoh menggunakan LCD proyektor untuk memutar film, gambar, ataupun slide power point, memanfaatkan surat elektronik, browsing berbagai referensi terkait materi yang sedang dipelajari dan sebagainya.

Guru mesti berupaya menciptakan pembelajaran yang mengesankan serta memacu generasi sekarang untuk dapat menguasai materi pembelajaran dengan tetap mengedepankan pendidikan karakter guna menangkal berbagai dampak negatif akibat kemajuan teknologi. Terkait hal itu guru perlu memahami perkembangan dan perubahan karakter peserta didiknya yang tentu saja sangat berbeda dibanding masa lalu.

Jika dahulu guru meminta peserta didik untuk mencatat materi dan bisa dikerjakan dengan senang hati, namun kini kebanyakan siswa tidak mau mencatat materi. Sebab mereka dapat dengan mudah membaca materi ketika dibutuhkan hanya dengan sekali klik di google.

Disinilah kreativitas dan inovasi seorang guru sangat dibutuhkan agar bisa tetap eksis dan berhasil mendidik ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kemauan, minat, dan niat yang tinggi untuk terus belajar dan menambah wawasan sehingga mampu menciptakan karya-karya inovatif seperti artikel, e-book, atau membuat aplikasi sistem penilaian yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di dunia pendidikan. (*)

Guru SD Al Muslim Tambun

The post Guru di Era Digital appeared first on RADAR BEKASI.