Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Kades Nagasari Dipenjara Gegara ’Main’ TKD

Radarbekasi.id – Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Martam (42) dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 3 Cikarang lantaran diduga menyalahgunakan wewenang dengan jabatannya tersebut, Rabu (10/7). Dia terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi belum lama ini.

Pria yang belum satu tahun menjabat sebagai kades ini diduga melakukan pungli dengan dalih biaya sewa lahan TKD sebesar Rp30 juta untuk dua tahun kepada pengelola Pasar Pasir Kupang. Karena, pengelola pasar membuka usaha di atas lahan Tanah Khas Desa (TKD) seluas 6000 meter persegi.

Padahal, dalam berkas perkara disebutkan bahwa pengelola pasar telah membayar biaya sewa sebesar Rp15 juta per tahun kepada kades yang mejabat sebelum Martam.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menuturkan, penangkapan Martam bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang pada 26 November 2019 lalu. Lalu, pihaknya menindaklanjuti laporan itu hingga dilakukan OTT di tempat yang tak disebutkan Rizal.

”Kami mendapatkan laporan masyarakat, dimana ada kepala desa yang melakukan pungutan liar berdalih dengan penyewaan TKD. Padahal pengelola pasar telah melakukan kewajiban sesuai dengan ketentuan,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Budi Setia Mulya menambahkan, penyidik menemukan unsur ancaman yang dilakukan Martam saat meminta uang tersebut. Karena, dia mengancam akan menutup pasar apabila pengelola tidak menuruti permintaannya hingga batas waktu yang ditentukan. Pengelola pasar yang merasa ketakutan atas ancaman itu terpaksa menuruti kemauan kades tersebut.

Pihaknya telah mendapatkan limpahan berkas perkara kasus ini dari Polres Metro Bekasi. ”Selanjutnya kami akan proses untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Martam dikenakan pasal Pasal 12 huruf (e) Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 dan pidana denda paling sedikit Rp 20 juta.

Sekadar informasi, Satreskrim Polres Metro Bekasi mengamankan barang bukti dalam peristiwa OTT. Di antaranya, uang tunai sebesar Rp15 juta, satu bundel dokumen Perdes Nomor 04 Desa Nagasari tentang Penetapan Alih Fungsi TKD dan satu unit mobil Toyota Fortuner warna hitam milik Martam.(and)

The post Kades Nagasari Dipenjara Gegara ’Main’ TKD appeared first on RADAR BEKASI.