Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Lingkungan Hidup (1)

Radarbekasi.id – Persoalan lingkungan sudah tidak lagi dapat ditoleransi. Bukti-bukti akan kerusakan alam kini telah dapat disaksikan dengan mata telanjang. Laporan organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam bidang lingkungan maupun yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan telah begitu jelas menggambarkan bahwa hari ini alam telah rusak. Greening the blue 2019, sebuah project lingkungan yang digagas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mencatat bahwa saat ini 92 persen penduduk dunia tidak dapat menghirup udara bersih. Greening the blue juga mencatat bahwa polusi udara juga telah merugikan ekonomi global sebesar $5 triliun per tahun. Lebih dari itu, polusi ozone pada level dasar juga diprediksikan akan mengurangi panen sebanyak 26 persen pada 2030 (Blue 2019). (Modul Pesantren Hijau LPBI NU).

Kerusakan Lingkungan di Indonesia
Dalam konteks Indonesia, sejumlah persoalan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penyelesaian. Persoalan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut kualitas kehidupan di masa datang. Ada 10 problem besar lingkungan di Indonesia. Sampah, Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada 2016. Jumlah ini naik 1 juta ton dari tahun sebelumnya. Banjir, Sungai tercemar, Pemanasan global, Pencemaran udara, Rusaknya ekosistem laut, Sulitnya air bersih, Kerusakan hutan, Abrasi, Pencemaran tanah, Pencemaran tanah adalah kondisi di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Akibatnya tanah menjadi tidak lagi murni seperti sebelumnya. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini di antaranya mengurangi kesuburan tanah, rusaknya ekosistem mahluk hidup serta timbulnya wabah penyakit. (SindoNews.com)

Melihat sedemikian parah lingkungan kita, maka sudah seharusnya kita bahu membahu memperbaiki kerusakan lingkungan, sadar pentingnya kebersihan. Dalam Islam, kebersihan memiliki tempat yang sangat penting, hingga Rasulullah SAW bersabda ”Ath-Thohuuru syathrul Iman” (kesucian itu adalah sebagian dari iman). Bahkan dalam kitab-kitab fiqih pun, para ulama selalu menempatkan ”Bab Thaharah” (Bab tentang kesucian) pada bab pertama dalam kitab-kitab mereka.

Kesucian dan kebersihan yang terdapat dalam islam mempunyai dua sisi; kebersihan fisik dan kebersihan batin. Kebersihan fisik dapat dilihat dari bagaimana suatu ibadah yang bercampur najis tidak dianggap sah. Dalam hal wudhu saja, kebersihan fisik menyentuh anggota tubuh yang penting. Sebab dalam wudhu, air akan membasuh lima panca indera manusia yang vital, seperti mata (indera penglihatan), hidung (indera penciuman), telinga (indera pendengaran), mulut dan lidah (indera perasa), dan kulit (indera penyentuh). Demikian juga kewajiban mandi wajib bagi orang yang junub atau bersih dari haidh dan nifas. Belum lagi perintah sunnah mandi pada moment-moment penting berkumpul dengan manusia, seperti shalat jum’at, shalat id dan lain sebagainya.

Landasan Teologis Menjaga Kelestarian Lingkungan

nya Kalangan ulama NU memahami bahwa landasan tentang perintah menjaga lingkungan bagi kelestarian alam sudah termaktub dalam teks-teks suci Alquran, sebagaimana firman Allah pada beberapa ayat berikut

”Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS. Asy-Syuara’ [26]: 183)

”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Rum [30]: 41)

”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-qashash : 77)

Melalui teks-teksi suci di atas Allah Ta’ala telah memperingatkan manusia agar tidak semena-mena terhadap apa saja yang ada di darat dan di laut, sebab itu adalah larangan keras melakukan eksploitasi lingkungan alam.

Relasi Maulid Nabi dan Kepedulian Lingkungan

Maulid nabi Muhammad SAW yang diperingati pada tanggal 12 Robiul Awwal setiap tahun selalu semarak di Indonesia. Ini adalah ekspresi kecintaan kepada Rosulullah sekaligus ucapan terima kasih bahwa Islam telah menyebar melalui Rosul dan para sahabat sampai dirasakan dan dianut masyarakat Indonesia. Diisi dengan membacakan sejarah Nabi Muhammad, dzikir dan pengajian atau mauidzoh hasanah oleh para ulama dan habaib dan para ustadz/ustadzah. (*)

Pengurus Pesantran Yasfi

The post Maulid Nabi Muhammad SAW dan Lingkungan Hidup (1) appeared first on RADAR BEKASI.