Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Ombudsman Apresiasi Layanan One to Many BP Jamsostek

BERBINCANG: Kabid Asistensi Sosial Kemenko PMK Arif Suprapto, Anggota Ombudsman RI Laode Ida dan Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto, berbincang dengan salah satu peserta yang sedang melakukan Klaim JHT melalui Lapak Asik.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Ombudsman RI Laode Ida mengapresiasi keseriusan dan komitmen BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dalam memberikan pelayanan meski pada kondisi yang terbatas. Dirinya juga menginginkan institusi lain dapat mencontoh metode layanan One to Many yang digunakan oleh BP Jamsostek.

“Saya sangat terkesan dengan upaya BP Jamsostek yang tetap menyelenggarakan pelayanan publik meski di tengah kondisi pandemi. Metode One to Many ini juga patut dicontoh oleh institusi lain karena kinerja yang diberikan dapat lebih efisien dan terukur,” ujar Laode, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6).

Layanan One to Many merupakan layanan Customer Service Officer (CSO) yang mampu melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan secara online. Sehingga secara tidak langsung kemampuan penyelesaian klaim meningkat dan phsycial distancing tetap terjaga.

Hingga saat ini, One to Many telah diimplementasikan di hampir seluruh cabang BP Jamsostek, khususnya bagi kantor yang memiliki ruang memadai. Namun bagi kantor yang kecil, masih dilakukan dengan cara one to one dengan tetap memperhatikan physical distancing.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto mengungkapkan, sejak Maret 2020 BP Jamsostek telah memperkenalkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) melalui kanal hibrid yaitu online, offline dan kolektif. Untuk kanal online, peserta dapat mengajukan klaim dengan cara mengakses antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Namun bagi peserta yang mengalami kendala saat menggunakan Lapak Asik online, BP Jamsostek juga membuka kanal offline yang tersedia di kantor cabang di seluruh Indonesia, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Lapak Asik offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BP Jamsostek dan peserta secara langsung. Sebab telah disediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data,” ungkap Agus.

Selain itu, BP Jamsostek juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal Lapak Asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

“Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan,” pungkasnya.

Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Bekasi Kota Mariansah menegaskan, proses klaim peserta BP Jamsostek tetap diproses seperti biasanya meski tak ada kontak fisik.

“Peserta tidak perlu ragu jika memang hendak mengurus klaim kepesertaan, baik itu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun maupun Jaminan Kematian,” kata Mariansah. (oke/pms)