Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Orang Tua dan Guru Bekerjasama Didik Anak

Radarbekasi.id – Belakangan ini, kami para guru mengalami dilema berat ketika harus memberi sanksi kepada siswa yang telah melewati batas. Tentunya setiap sekolah memiliki tata tertib, aturan, dan berbagai kegiatan yang mengacu ke arah yang lebih baik. Tak hanya itu, sepertinya tata tertib yang ada tak seharusnya dilanggar karena kenakalan remaja yang dewasa ini membuat resah pada setiap orang tua. Setidaknya sekolah mempunyai kebijakkan masing masing dalam menerapkan peraturannya. Karena semata untuk mendisiplinkan siswa sehingga menjadi manusia utuh yang bermoral dan beretika. Karena seperti pada zamannya dulu ada mata pelajaran PMP yang merupakan singkatan dari Pendidikan Moral Pancasila. Namun jangan sampai dengan ditiadakannya mata pelajaran PMP justru negara menjadi krisis moral. Ini bak virus yang menyebar begitu cepatnya, ketika siswa tidak ada lagi tata etikanya dengan guru. Semisal ketika bertemu guru di luar sekolah bahkan tidak menyapa ataupun memberi salam. Mungkin hal sekecil ini bermula karena semakin menipisnya rasa yang tertanam dalam diri siswa. Bukan hanya itu, ketika sang siswa menyalip Guru yang sedang berjalanpun merupakan sikap yang sudah pasti memberi kesan tidak sopan.

Pernahkah kita fikirkan? Kalau bukan kita sebagai Guru yang meluruskan batang kayu siapa lagi? Karena siswa itu bagai kita menanam pohon, kita rawat dari kecil, kita luruskan batangnya maka ketika dia besar nanti tidak bengkok. Kalau kelak batang itu bengkok berarti kita gagal dalam menanam pohon itu. Nah, di situ terkadang guru merasa dilema ketika ingin memberi sanksi pada siswa yang sudah kelewat batas. Karena maraknya orang tua yang sedikit-sedikit protes bahkan ada juga yang sampai melaporkan sebagai kasus.

Tapi apakan para orang tua berfikir? Apabila orang tua selalu menuruti kemauan putra putrinya meskipun itu salah, apalah jadinya jika yang menjadi penerus bangsa saja sudah dididik hal yang negatif meskipun menurutnya positif. Hal yang seperti ini harusnya sebagai orang tua yang sudah percaya menitipkan anaknya untuk bersekolah di suatu sekolah, maka hendaklah untuk percaya sepenuhnya dalam hal untuk kebaikan.

Kebanyakan guru tentunya tak membuat siswanya menjadi yang lemah, justru yang di harapkan seorang guru adalah menginginkan seorang siswa yang lebih baik lagi. Seperti halnya yang selalu kita terapkan dari hal yang terkecil yaitu 5S (sapa, senyum, salam, sopan dan santun). Maka dari itu orang tuapun saling memberi motivasi anaknya, ketika putra putrinya melakukan kesalahan tak segan untuk menegurnya bukan membiarkannya. Sehingga gurupun dengan mudah memberikan ilmunya dengan nyaman dan merasa aman. Karena guru adalah manusia, ingin mempunyai rasa nyaman dan aman dalam mengajar.

Orang tua pada umumnya tahu seberapa dekatnya dengan anaknya, karena kedekatan bisa memberikan hal yang baik untuk putra putrinya dalam berbuat kebaikan. Karena berawal dari lingkungan sekolah anak menjadi tahu tentang pengetahuan moral dan etika, meski sejatinya itu harus di dapatkan terlebih dahulu di lingkungan keluarga.

Mari para orang tua untuk saling bekerjasama dengan guru dalam mendidik putra putrinya supaya menjadi penerus bangsa yang bermoral dan beretika. (*)

Guru SD IT dan SMP IT Nur Al Barkah Cibarusah

The post Orang Tua dan Guru Bekerjasama Didik Anak appeared first on RADAR BEKASI.