Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Pembangunan Jembatan Muaragembong dan Pebayuran Dilanjut

DILANJUTKAN: Warga berada di jembatan penghubung Desa Pantai Mekar dengan Desa Pantai Bakti di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, kemarin. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi melanjutkan kembali pembangunan jembatan tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah mulai melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Muaragembong dan Kecamatan Pebayuran.

Yakni dengan melaksanakan pembangunan tahap II Jembatan Pantai Bakti, dan pembangunan Jembatan Pebayuran yang berbatasan dengan Rengasdengklok, Kabupaten Karawarang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menuturkan, pembangunan kedua jembatan mulai berlangsung sejak sepekan yang lalu.

“Pelaksanaan di Muaragembong sudah dimulai, kami juga mengajak masyarakat sekitar untuk syukuran demi kelancaran selama pelaksanaan hingga usai,” kata pria yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Diponogoro ini, Minggu (14/7).

Dia mengungkap, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan tahap II jembatan sepanjang 120 meter yang menghubungkan Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Mekar ini sebesar Rp43.041.757.420. Sementara, pembangunan lanjutan (kerja sama Pemkab Bekasi dan Pemkab Karawang) Jembatan Pebayuran yakni sebesar Rp24.771.360.877.

Iman menambahkan, perbaikan jalan yang rusak di Kecamatan Babelan serta pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) di Kecamatan Tambun Utara juga akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan.

“Pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) dan perbaikan ruas jalan Karangsatria-Puloputer yang terdampak longsor sisi Kali Bekasi di Desa Karangsatria Kecamatan Tambun Utara akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” katanya.

Pihaknya telah mengeluarkan surat penunjukan penyedia barang jasa (SPPBJ) untuk perbaikan dan pembangunan di dua lokasi tersebut. “Setelah itu SPK (Surat Pelaksanaan Kegiatan) akan diterbitkan setelah rekanan menyerahkan jaminan pelaksanaan. Insya Allah setelah minggu ini, ketika rekanan menyerahkan jaminan pelaksanaan akan diterbitkan SPK, jadi sudah mulai bisa dikerjakan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) ikut mendampingi kegiatan pembangunan itu untuk kepastian hukum selama proses pelaksanaan kegiatan.(and/adv)

The post Pembangunan Jembatan Muaragembong dan Pebayuran Dilanjut appeared first on RADAR BEKASI.