Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Ridwan Kamil Pilih Salat Idul Adha di Sukawangi, Ini Alasannya

KUNJUNGI BEKASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (empat kiri) didampingi Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (tiga kiri) saat berada di area Masjid Jamie Al Wathoniyah Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7). Selain melaksanakan salat Ied, gubernur juga menyerahkan satu ekor sapi kurban. Foto: Ariesant/Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di Masjid Jamie Al Wathonyah yang berada di Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7).

Kedatangan dirinya bersama istri tercinta, Atalia Praratya, ini akan dijadikan sebuah tradisi oleh Gubernur dalam melaksanakan salat Ied keliling ke daerah-daerah di Jawa Barat.

“Memang saya ingin membawa tradisi setiap salat Idul Adha dan Idul Fitri keliling, untuk memberikan semangat, menyambung silahturahim, panjang silahturahim, panjang rezeki. Kami datang tetap membawa sapi,” ujar mantan Wali Kota Bandung sambil tersenyum, usai melaksanakan salat.

Kang Emil- begitu ia akrab disapa- mengaku, kedatangan dirinya untuk melaksanakan salat Ied ke daerah Kabupaten Bekasi menjadi yang pertama selama menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat.

“Sepanjang saya menjadi Gubernur. Ini salat Ied pertama saya di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

SALING JAGA JARAK : Sejumlah warga menghadiri pelaksanan salat Idul Adha di Masjid Jami Al Wathoniyah Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7). Selain melaksanakan salat Ied, gubernur juga menyerahkan satu ekor sapi kurban. Foto: Ariesant/Radar Bekasi

Ia menjelaskan, alasan dirinya memilih salat Ied berjamaah di Masjid Jamie Al Wathonyah Sukawangi, karena wilayah tersebut terbebas dari kasus Covid-19. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena adanya kerja keras dari beberapa stakeholder.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dari kepala desa, camat, dan masyarakatnya yang taat, dibantu dengan nasehat para ulama, menjadikan desa ini teladan, tidak hanya di Kabupaten Bekasi, tapi se-Jawa Barat. Ini kenapa saya pilih desanya,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menentukan masjid Alwathonyah yang akan di datangi membutuhkan waktu dua hari. Walaupun sebenarnya banyak pilihan dari daerah lain.

“Untuk memilih Kabupaten Bekasi membutuhkan waktu dua hari, dalam istoqoroh juga. Karena memang banyak pilihan, akan tetapi Allah SWT memberikan petunjuknya ke Kabupaten Bekasi. Dan takdirnya saya kesini,” pungkasnya. (pra)