Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Supir Angkutan Umum BBG Sejahtera, PGN Komitmen Salurkan Gas Lewat Transportasi

ANTRE: Sejumlah angkutan umum berbahan bakar gas terlihat antre di Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) Klender, Jumat (29/11). Foto: Eko Iskandar

Radarbekasi- Sejumlah angkutan umum berbahan bakar gas terlihat antre di Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) Klender, Jumat (29/11) sekitar pukul 09.30 WIB. Selain bajaj berwarna biru, ada juga angkot KWK 26 jurusan Kalimalang-Rawangun hingga bus Trans Jakarta.

Petugas keamanan SPBG di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur itu, nampak mengatur antrean agar para supir tak saling serobot. Antrean paling panjang terjadi pada bajaj, bahkan sampai dengan dua baris.

Tapi, antrean tersebut tak sampai mengular ke jalan raya karena lokasi SPBG Klender yang cukup luas. Yakni berdiri diatas lahan seluas 2.000 meter persegi. Pelan-pelan, bajaj-bajaj itu maju mendekati Natural Gas Vehicle (NGV) dispenser. Petugas SPBG milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk, telah siap melayani pengisian bahan bakar gas.

Salah satu bajaj yang antre pagi itu dikemudikan oleh Santoso (63). Pria asal Wonogiri Jawa Tengah ini mengaku, sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai supir di Jakarta

“Jadi supir sudah 30 tahunan lah, sebelumnya (supir) angkot, terakhir (supir) bemo,” ungkapnya, usai mengisi Bahan Bakar Gas (BBG).

Namun sejak bemo dilarang beroperasi di Ibu Kota sekitar Juni 2017, Santoso langsung beralih menjadi supir bajaj BBG. Profesi yang sama dilakoninya karena dia merasa tak punya keahlian lain. Yang penting, ungkap Santoso, bagaimana dia bisa menghasilkan pendapatan dengan halal. Dengan begitu, kebutuhan sehari-hari keluarganya dapat tercukupi dengan baik.

“Kalau dapatnya halal, buat keluarga juga lebih berkah,” ungkapnya.

Pagi itu, Santoso mengisi BBG untuk bajaj ‘kesayangannya’ senilai Rp20 ribu. Adapun harga jual BBG Rp3.100 per Liter Setara Premium (LSP), sesuai Keputusan Menteri ESDM No 2932K/12/MEM/2010.

“Isi Rp20 ribu ini biasanya buat sampai siang, kadang sampai sore kalau lagi sepi penumpang,” ucapnya.

Menurutnya, pemakaian bajaj BBG jauh lebih irit dipakai. “Kalau saya hitung-hitung lebih irit ini (bajaj BBG). Dulu itu waktu nyupir bemo isi bensin pagi Rp50-60 ribu, kalau BBG kan cuma Rp20 ribu.” katanya.

Dengan menjadi supir bajaj BBG, diakuinya pendapatannya lebih besar. Biasanya, Santoso lebih sering mengantarkan penumpang di wilayah Jakarta Timur. Dalam per hari, pendapatannya bisa mencapai Rp300 ribu, jika banyak penumpang. Sementara jika sepi, maksimal pendapatannya hanya Rp150 ribu.

Dari total pendapatannya, dia harus menyetor ke pemilik bajaj sekitar 40 persen. “Setor ke bos di daerah Tebet,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kristiyono (64), supir KWK 26 jurusan Kalimalang-Rawangun. Menurut Kris, angkot BBG lebih irit sehingga bisa menekan pengeluaran.

 “Ya lebih irit angkot  BBG ini jelas. Kalau pake bensin saya harus isi Rp70 ribu buat setengah hari. Dengan pengeluaran kecil, tentu pendapatannya saya menjadi lebih besar,” ungkap pria asal Brebes ini.

ISI BBG : Petugas melayani pengisian BBG untuk bajaj di SPBG Klender, Jumat (29/11).

Regional Head PT Gagas Energi Indonesia Prajudi menyampaikan, SPBG Klender melayani transportasi seperti bajaj, taksi, angkot, dan busway. Untuk busway, kata dia, dari operator DAMRI dan Perum PPD.

“Untuk Damri ada 42 unit, dan Perum PPD 59 unit. Kalau bajaj 1.000-1.300 unit yang mengisi disini,” jelas Prajudi.

SPBG yang beroperasi 24 jam ini mampu melayani 13 ribu LSP per hari untuk transportasi umum. SPBG ini memiliki kapasitas produksi 800.000 meter kubik per bulan. Selain itu, dilengkapi dua unit NGV dispenser yang digunakan untuk transportasi umum dan trailer dispenser digunakan untuk melayani Gas Transportasi Module (GTM) sebagai moda transportasi CNG ke pelanggan industri dan komersial.

Prajudi mengungkap, kondisi SPBG Klender menjadi salah satu lokasi paling ramai di Jakarta. “Karena lokasinya di jalur utama dan dekat dengan pool transportasi publik, maka selalu ramai. Selain pagi, sore  jam 3 dan 4, serta malam juga ramai,” tuturnya.

Prijadi mengaku senang karena banyak supir yang merasakan pendapatan lebih besar dari penggunaan kendaran berbahan gas tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan gas melalui transportasi. “Selama kita dapat menyalurkan sesuatu yang membuat orang lain lebih sejahtera, kita akan tetap komitmen menyalurkan gas melalui transportasi,” pungkasnya. (oke)

The post Supir Angkutan Umum BBG Sejahtera, PGN Komitmen Salurkan Gas Lewat Transportasi appeared first on RADAR BEKASI.