Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Tetap Laksanakan Kuliah Daring

Daring
ILUSTRASI : Sejumlah pengendara melintas di depan Univesitas Bina Insani di Jalan Rawapanjang Bekasi Timur Kota Bekasi, Kamis (28/5). Sejumlah perguruan tinggi swasta di wilayah setempat belum menyiapkan teknis pelaksanaan new normal setelah masa PSBB berakhir. Raiza Septianto Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi belum menyiapkan teknis pelaksanaan new normal setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir. Oleh karena itu, kegiatan perkuliahan tetap dilaksanakan secara daring (online) di tengah pandemi Covid-19 ini.

Rektor Universitas Bina Insani Indra Muis mengungkapkan, pihaknya belum menetapkan teknis pelaksanaan new normal untuk kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka.

Hingga kini, kampus yang dipimpinnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

“Untuk new normal kita belum putuskan apapun, kita masih menunggu arahan yang diberikan oleh LLDIKTI wilayah IV Jabar dan Banten, untuk menyusun new normal keaktifan mahasiswa di kampus,” ujar Indra kepada Radar Bekasi, Kamis (28/5).

Menurutnya, kegiatan perkuliahan di kampusnya hingga saat ini masih dilakukan secara daring. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Untuk perkuliahan, kami tetap laksanakan secara daring atau pendidikan jarak jauh,” katanya.

Sedangkan untuk layanan tamu maupun mahasiswa, jelas dia, akan kembali diaktifkan mulai 2 Juni 2020. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Tatang Ary Gumanti. Ia mengatakan, pihaknya belum menetapkan kebijakan apapun tentang new normal. Hingga saat ini, kegiatan perkuliahan di kampus yang berlokasi di Jalan Perjuangan Bekasi Utara ini tetap dilakukan secara daring sampai dengan semester genap.

“Kita belum putuskan apapun untuk new normal, karena sistem perkuliahan masih akan tetap dilaksanakan secara daring sampai dengan semester genap. Untuk sekarang kami masih berpatokan pada WHO dan peraturan Kemenkes RI,” kata Tatang.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan skenario untuk penyesuaian new normal setelah PSBB berakhir 29 Mei 2020, hari ini. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, penerapan new normal kemungkinan akan dilaksanakan 1 Juni 2020. (dew)