Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Tukang Ojek Terancam Dihukum Mati

RadarBekasi.id – Seorang tukang ojek pangkalan berinisial FR (43) terancam dihukum mati lantaran memiliki narkoba jenis ganja seberat 14 kilogram dan sabu-sabu seberat 600,71 gram yang siap edar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Dia merupakan salah satu dari 35 orang pelaku penyalahgunaan narkoba yang terjaring dalam Operasi Nila Jaya yang dilaksankan Polres Metro Bekasi sejak 18 September sampai Rabu (2/10) lalu.

FR diringkus petugas Resnarkoba Polres Metro Bekasi dikediamannya di Kota Depok, Kamis (19/8) silam.

Dari pengakuan FR, pekerjaannya sebagai kurir sudah dilakukan selama tiga tahun. Narkoba tersebut dia peroleh dari wilayah Ciledug, Tangerang.

Setiap mengantarkan pesanan narkoba, dia mendapatkan upah sebesar Rp50 ribu/gram. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun penghasilannya dari mengojek mencapai Rp100 ribu/hari.

Dalam menjalankan aksinya, dia hanya menunggu perintah dari sesorang yang tak dikenalnya di Ciledug. ”Saya ngedarin (mengedarkan narkoba) menunggu perintah dari atas saja yang ada di Ciledug. Upahnya dikasih Rp50 ribu pergramnya,” ungkapnya saat dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti di Mapolres Metro Bekasi.

Atas perbuatanya pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan, mengatakan, barang bukti yang diamankan dalam Operasi Nila Jaya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018, barang bukti yang diamankan sebanyak satu kilogram ganja, dan 350 gram sabu, dan 2019 sebanyak 552,51 gram sabu, dan 1,634,07 kilogram ganja.

Menurutnya, upah besar yang didapatkan dalam bisnis narkoba menjadi faktor utama para pelaku nekat berkecimpung di dunia peredaran narkotika.

Dari sebanyak 35 orang yang ditangkap, 17 orang di antaranya ditangkap Resnarkoba Polres Metro Bekasi. Sementara, 18 orang lainnya diamankan jajaran polsek yang ada di wilayah Polres Metro Bekasi.

”Secara kuantitas dan kualitas kita sedih karena ada peningkatan. Ini ada dua artinya, pertama kinerja Resnarkoba lebih giat mengungkap, dan kedua kita bisa indikasikan bahwa peredaran narkoba cukup banyak, ini yang membuat kita sedih,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, 35 orang tersebut berkaitan dengan kasus sabu, ganja, dan ekstasi jenis exsimer maupun tramadol. Tentunya semua pelaku akan dilakukan pendalaman mengenai peran serta jaringan diatasnya.

”Modusnya masih sama seperti sebelumnya. Yang paling banyak dilakukan penangkapan narkoba jenis sabu, dan wilayah yang paling banyak dilakukan penangkapan Cikarang Timur,” tuturnya.

Kata dia, persoalan narkoba menjadi hal yang serius, bahkan sudah meraba ke seluruh elemen masyarkat. Sehingga peran masyarakat menjadi suatu hal yang penting, Karena polisi saja tidak mampu mengatasi masalah ini.

”Persoalan narkoba kembali ke diri masing-masing. Bantuan dari elemen masyarakat sangat dibutuhkan, agar persoalan narkoba ini bisa diselesaikan,” tuturnya.(pra)

The post Tukang Ojek Terancam Dihukum Mati appeared first on RADAR BEKASI.