Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Tunggangi Banteng Tinggalkan PAN

ISTIMEWA/RADAR BEKASI
KONFERCAB: Walikota Bekasi Rahmat Effendi (kiri) bersama Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto (kanan) dalam Konfescab DPC PDIP Kota Bekasi, kemairin. Tri resmi memimpin DPC PDIP Kota Bekasi 5 tahun mendatang.

RadarBekasi.id – Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto resmi menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Bekasi periode 2019-2024. Ya, Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP Kota Bekasi yang dilaksanakan di Hotel Aston Jalan Ahmad Yani kemarin, mengeluarkan keputusan mengejutkan. Pasalya, Tri yang bukan asli kader banteng moncong putih tersebut, tiba-tiba didaulat memimpin DPC PDIP Kota Bekasi lima tahun mendatang.

 Hasil Konfercab menunjuk Tri sebagai ketua DPC, Ahmad Faisal sebagai sekretaris DPC dan Tumai sebagai Bendahara DPC. Untuk posisi ketua sekertaris dan bendahara ini ditunjuk langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Dengan terpilihnya Tri sebagai ketua, DPC PDI Perjuangan optimis untuk memenangkan Pilkada tahun 2023 mendatang.

”Tentu nya DPP pasti punya pertimbangan sendiri dengan memutuskan pak Tri sebagai ketua, mungkin juga bisa sebagai salah satu strategi memenangkan PDI Perjuangan ke depan. Karena kalau tiga pilar partai (eksekutif, legislatif dan struktural) ini sudah kita miliki dan bisa bersinergi degan baik, bukan tidak mungkin PDI Perjungan bisa kembali menarik hati masyarakat dan kembali jadi partai pemenang di Kota Bekasi,” ungkap sekertaris DPC PDI Perjuangan, Ahmad Faisal, Minggu (14/7).

Saat diusulkan oleh DPC kata Faisal, Tri sudah resmi berseragam PDI Perjuangan. Sebelumnya ada sekitar 19 nama yang diusulkan oleh DPC PDI Perjuangan kepada DPP PDI Perjuangan sebagai kandidat ketua DPC. Masing-masing merupakan usulan dari DPC dan PAC. Dipilihnya Tri sebagai ketua DPC ini dinilai sebagai salah satu strategi untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi mendatang, terlebih Tri merupakan sosok yang popular saat ini di Kota Bekasi.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Nicodemus Godjang yang beberapa waktu lalu namanya sempat diusung oleh salah satu PAC sebagai calon ketua DPC mengaku tunduk dan patuh terhadap keputusan partai.

Terkait dengan syarat ketua DPC PDI Perjuangan yang diantaranya sudang ber-KTA selama lima tahun berturut-turut, Nico mengatakan ada ketentuan lain yakni hak prerogatif DPP untuk memutuskan ketua DPC. ”Ada ketentuan lain, semua adalah hak prerogatif ketua umum, karena ketua umum melihat itu yang terbaik. sangat optimis kita bisa merebut kemenangan untuk pilkada,” ungkapnya.

Penetapan Tri sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini dikatakan sudah sesuai dengan aturan partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai. Terkait dengan sayarat ketua DPC, kapasitas ketokohan bisa menjadi pertimbangan DPP untuk menetapkan ketua DPC di daerah seperti Kota Bekasi. Sementara kaitan dengan ideologi, Tri masih memiliki Pekerjaan Rumah untuk mengikuti pendidikan internal PDIP melalui sekolah partai dan sebagainya.

”Urusan ideologinya, kan KTA urusannya dengan ideologi tuh, nanti itu akan menjadi kewenangan DPP, ntah lewat sekolah partai, ntah lewat FGD dan segala macam, tapi sudah ada langkah-langkah untuk mengantisipasi yang seperti tadi kalau KTAnya aja masih basah dan segala macam. bisa itu,” sambung Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi periode sebelumnya, Henu Sunarko.

Dalam penyusunan struktur yang baru kata Henu, dari sekitar 19 orang yang akan mengisi jajaran struktur harus memenuhi kuota perempuan sebesar 30 persen atau enam orang untuk periode 2019-2024.

Sementara itu, Tri mengaku siap menjalankan amanah untuk memimpin partai besutan Megawati Soekarnoputri ini. Kedati pihaknya ketika mencalonkan Wakil Wali Kota Bekasi dari Partai Amanat Nasional (PAN), ia mengaku telah mengundurkan diri dari partai tersebut dan telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan.”Saya sudah tidak lagi di PAN, sekarang saya telah mengabdi untuk PDI Perjuangan,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua DPD PAN Kota Bekasi, Fatur R Duata mengaku, perpindahan Tri ke PDIP Kota Bekasi merupakan keputusan pribadi. Dia juga menegaskan masuknya nama Tri Adhianto dalam bursa kandidat calon Ketua DPC PDI Perjuangan tidak ada tekanan di internal PAN Kota Bekasi.

“Saya pikir biasa saja bagi PAN dan pribadi saya sesuatu hal biasa dalam politik. Pengurus PAN dan saya pribadi tidak pernah menyuruh Pak Tri untuk pindah partai, dan kami juga tidak mempertahankan beliau karena itu adalah jalannya. Tanpa beliau (Tri) pun PAN akan tetap eksis dan lebih bagus,” kata Fatur dalam acara halal bi halal DPD PAN Kota Bekasi di Hotel Merbabu, Sabtu (13/7) kepada wartawan.

Fatur juga mengapresiasi sikap Tri yang mempunyai iktikad baik terhadap partai berlambang matahari itu. Sebab, setelah namanya masuk dalam bursa calon ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Tri telah mendatangi pengurus PAN.

“Ya, Pak Tri sudah datang kepada kami dam pamit secara baik-baik. Karena dia (Tri) datang kepada kami juga secara baik-baik. Saat Pilkada kemarin dia kan ASN (Aparatur Sipil Negara) dan kita seragamkan PAN,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo mengatakan, perpindahan pria yang akrab disapa Tri ini merupakan salah satu persiapan untuk menghadapi Pemilihan Umum kepala daerah Koat Bekasi 2023 mendatang.

Menurutnya, meski sebagian para kader banteng menolak kehadiran Tri, namun akan memuluskan langkahnya berkarir politik maju Pilkada 2023. “Konfigurasi politik di Kota Bekasi langsung berubah, karena PDIP masuk gerbong pemerintahan. Pastinya PDIP yang berhasil meraup 12 kursi DPRD pileg 2019, akan menyokong dan mengawal program pemerintahan daerah hingga 2023,”katanya kepada Radar Bekasi.

Menurut Didit, sejak pra pilkada tahun lalu, Tri sudah ingin masuk kandang banteng. Namun, DPC PDIP mengajukan calon tunggal Mochtar Mohamad (M2). DPP PDIP menolak nama M2 hingga akhirnya merekomendasi Sumiyati Lilik Haryoso sejam sebelum tutup pendaftaran pasangan calon. Entah kenapa akhirnya PDIP tidak mengajukan pasangan calon dan mengalihkan dukungan ke Rahmat Effendi- Tri Adhianto.

“Mas Tri harus terus mau mengkolaborasikan perpolitikan dan harus terus belajar banyak kepada Rahmat Effendi. Menunjukan kinerja pemerintahan yang harmonis dan saling melengkapi. Jangan ada friksi ‘ban serep’. Jabatan Ketua DPC justru memperkuat fortofolio politik. Nanti jangan tergiur godaan perpecahan di tengah jalan,” harapnya.

Didit menegaskan Konfigurasi perpolitikan lokal jelang 2023 ditentukan perjalanan karir politik Tri Adhianto, karena Rahmat Effendi sudah tidak bisa mencalonkan kembali. Sedangkan perjalanan panjang selama 4 tahun itu, apapun bisa terjadi. Termasuk kekuatan pendukung Pilpres Prabowo yang memiliki basis kekuatan politik signifikan dan menang di Kota Bekasi dua kali helatan Pilpres. “Terus terang kalau Mas Tri kepingin besar ya harus banyak belajar dengan Walikota Rahmat Effendi. Ini fakta riilnya dan ujian perjalanan harmonisasi ke depan,” pungkasnya.(sur)

The post Tunggangi Banteng Tinggalkan PAN appeared first on RADAR BEKASI.